Social Icons

.

Pages

Kamis, 18 April 2013

Dunia Tanpa Nama..


Kupu-kupu dalam Dunia yang Fana 


        Seekor kupu-kupu telah terbang rendah sejak dulu.
Ia terlahap fatamorgana dunia yang fana.
Tak sadari predator daratan telah menunggu untuk memangsanya. Para kompetitor telah lama menunggu dan mencoba untuk merebut sayapnya. Dia memang tak pernah terbang serendah ini. Walau ia tahu pun, ia tak mencoba berusaha untuk mencapai titik tertinggi lagi.
        Kupu-kupu yang bodoh itu terlahap fatamorgana dunia yang fana.
Tak pernah memikirkan kembali jalan yang telah ia lalui. Tak pikirkan sesulit apa ketika sayap itu terbentuk.
Kini, ketika ia telah mencapai titik paling rendah, dimana sayapnya tak lagi utuh..
Titik tinggi itu telah direbut oleh makhluk bersayap lainnya. Kini, ia baru sadari luka yang ia buat sendiri. Kupu-kupu bodoh itu baru sadar sayapnya telah hancur digerogoti waktu dan gesekan udara. Sayapnya telah dipenuhi goresan yang tak disangka. Sayapnya remuk dibebani debu yang tak pernah ia bersihkan. Tertutupi molekular yang tak pernah ia sadari.
        Apa yang harus ia lakukan??
Kupu-kupu bodoh itu baru terbangun dari fatamorgana yang ia anggap indah.
Baru terbangun dari angan-angan yang salah. Ia lupa mimpinya. Ia lupa taman indah yang ia impikan. Ia lupa segalanya.
        Kupu-kupu bodoh itu tak tahu bagaimana membuat sayapnya utuh lagi. Karena sekarang tujuannya telah semakin jauh. Impiannya telah kabur tertutupi kabut di awan yang tinggi. Ia tak tahu caranya lagi.
Apa yang harus ia lakukan?
        Hanya satu yang pasti. Ia tahu yang paling pasti. Cuma satu.
Cuma kepada-Nya, ia akan menggantungkan hidupnya, menggantungkan harapannya. Kepada Allah swt yang telah mengizinkannya untuk berubah, yang telah mengizinkannya untuk merasakan keidahan, yang telah memberikannya petunjuk untuk tetap hidup dan memberinya kekuatan untuk mencari jalan ke bintang walau tanpa sayap.....

*sebuah cerita dari seekor kupu-kupu yang berada dalam dunia tanpa nama. Yang bercerita dengan isyarat yang dituangkan dalam bentuk catatan.
by: Novia Santriwati
***

0 komentar:

Posting Komentar